Selasa, 08 Mei 2012

YAKINLAH JANJI ALLAH BAHWA SETIAP MANUSIA TELAH ADA REZEKI UNTUKNYA

☆♥☀ ☀ ♥☆☆♥☀ ☀ ♥☆☆♥☀ ☀ ♥☆ ☆♥☀ ☀ ♥☆☆♥☀ ☀ ♥☆☆♥☀ ☀ ♥☆


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
...
... السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على رسول الله، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله وبعد


sahabat2Q yg kusayangi krn allah

Setiap kali kita menghadapi makanan dan minuman, kita berdoa kepada Allah agar di berikan barakah dari rezeki yang akan kita santap. Setiap kanak-kanak muslim juga di didik sejak dini untuk berdoa sebelum makan. Barakah dari rezeki itulah yang kita hajatkan.

Setiap manusia menghabiskan sebahagian besar dari waktu dan umur untuk mencari rezeki. Berusaha mencari rezeki, apabila ikhlas niat dan dilaksanakan dengan mengikut jalan-jalan yang halal adalah dalam rangka ibadah kepada Allah. Dalam mencari rezeki juga , dapat menguatkan akidah seorang muslim, Allah S.W.T. adalah pemberi rezeki. Salah satu nama Allah adalah al-Razzak yaitu Pemberi Rezeki. Banyak perkara di dunia ini dipermudahkan oleh Allah S.W.T. untuk manusia, agar digunakan dalam usaha mencari rezeki. Oleh itu jangan sampai kita lupa kepada Allah S.W.T. apabila kita telah mendapat nikmat dari-Nya.

Suatu hari Nabi Sulaiman a.s. bertanya kepada seekor semut tentang berapa banyak makanan yang diperlukannya untuk hidup dalam setahun. Semut menjawab, ia hanya perlukan makanan sebesar sebutir gandum. Lalu Nabi Sulaiman a.s. memasukkan semut tersebut di dalam sebuah botol dengan di letakkan bersamanya gula sebesar sebutir gandum. Mulut botol itu kemudiannya ditutup (diberi lubang sedikit untuk udara masuk ke dalamnya). Cukup tempuh setahun, mulut botol itu pun dibuka semula oleh Nabi Sulaiman a.s. Anehnya, baginda dapati hanya separuh sahaja daripada gula sebesar sebutir gandum itu yang habis dimakan oleh semut tersebut.

Nabi Sulaiman bertanya, mengapa hanya separuh makanan saja yang dihabiskan sedangkan semut pernah berkata ia perlukan makanan sebesar sebutir gandum? Sang semut menjelaskan bahwa jika diluar botol rezekinya dijamin sepenuhnya oleh Allah dan dia yakin Allah pasti akan mencukupkan rezekinya. Sebab itu dia tidak perlu risau dengan hakikat itu. Tetapi apabila dikurung oleh manusia (Nabi Sulaiman a.s) dia mengambil langkah berjaga-jaga dan berjimat cermat kerana tidak yakin dengan keprihatinan manusia. Mana tahu kalau-kalau manusia itu terlupa lalu mengurungnya terlebih daripada tempoh satu tahun? Apa yg akan terjadi padanya?

Pengajaran yang boleh di perolehi daripada kisah ini adalah semut lebih yakin jaminan rezeki daripada Allah S.W.T.(bertawakal kepada Allah) ketika di luar botol berbanding “jaminan” manusia ketika berada di dalam botol. Untuk menghadapi kemungkinan itulah ia mengambil langkah berjimat cermat, supaya apabila berlaku sesuatu di luar jangkaan dia masih mampu bertahan. Masih ada makanan yang boleh digunakan.

Kenapa kita yang berada di dunia ini yang mengaku beriman kepada Allah S.W.T. tetapi masih ragu-ragu tentang jaminan rezeki dari Allah S.W.T? Oleh karena itu yakinilah dengan sepenuh hati bahwa setiap anak yang lahir ke dunia, Allah S.W.T. telah menjamin rezeki untuknya, wlpn ibu-bapanya merancang atau tidak merancang untuk anak tersebut.

sahabat2Q yg kusayangi krn allah,

Setiap manusia yang diciptakan oleh Allah S.W.T. telah ditetapkan rezeki untuknya. sejak di dalam kandungan ibunya lagi. Allah S.W.T. yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang telah menjamin rezeki untuk semua makhluknya, dari sekecil-kecilnya makhluk (kuman) hinggalah sebesar-besarnya (ikan paus) dan tidak dikurangkan sedikit pun daripadanya. Manusia diminta untuk berusaha, berdoa dan bertawakkal niscaya ia akan mendapat dan memiliki rezeki yang telah disedaikan oleh Allah S.W.T. dimuka bumi ini.

Allah s.w.t berfirman :

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan menunjukkan kepadanya jalan keluar dari kesusahan, dan diberikanNya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka, dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah mencukupkan keperluannya.” (Surah At-Talaq ayat 2-3)

Takwa artinya Takut kepada ALLAH yaitu menjaga dan memelihara diri dari siksaan dan kemurkaan ALLAH S.W.T. Siapa saja dikalangan hamba-hamba Allah yang paling tinggi takwanya maka dia adalah orang yang paling mulia disisi Allah S.W.T. Orang yang bertakwa adalah orang mukmin yang cukup berhati-hati didalam menjalani kehidupan didunia ini, amat takut kalau-kalau dia terjerumus didalam kehidupan yang mendatangkan kemurkaan Allah S.W.T.

Allah S.W.T. akan membantu orang-orang yang bertakwa, segala kesusahannya, kemiskinannya dan apa-apa saja permasaalaan hidup yang dihadapinya, akan terbentang luas jalan keluar diberikan oleh Allah S.W.T. Bukan cuma ini saja, malahan Allah S.W.T.akan memberikan rezeki yang tiada disangka-sangka baik itu rezeki datang dari langit, bumi, lautan, malahan yang jauh didekatkan, yang sedikit diperbanyakkan dan yang banyak dipermudahkan.

sahabat2Q yg kusayangi krn allah,

Kadangkala seseorang pernah bertanya pada diri sendiri, “Kenapa rezekiku sempit? Buat berbagai usaha tetapi masih gagal mencapai matlamatnya?Berniaga merosot, puas aku berdoa dan minta pertolongan Allah tetapi masih tidak dimakbulkan-Nya?”

Perlu di ingat bahwa Allah S.W.T. Maha Mengetahui apa akan berlaku kepada para hamba-Nya. dilambatkan permohonannya adalah untuk kebaikan hambanya sendiri. Kerana takwanya belum mantap, maka diuji lagi supaya semakin banyak ia berusaha, berdoa dan bertawakal maka akan melahirkan hubungan yang erat hatinya dengan Allah S.W.T. dan Dia ingin memberikan pahala yang besar kepadanya diatas kesabarannya. Oleh karena itu kita harus berbaik sangka dengan Allah S.W.T. berdoa dan terus berdoa jangan putus asa. Cepat atau lambat dikabulkan doa kita adalah urusan Allah S.W.T.

Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah S.A.W. bersabda: ‘Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada diri-Ku’.”(Hadis RiwayatAl-Bukhari)

Rasulullah S.A.W. bersabda: “Janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan kamu berbaik sangka dengan Allah.”(Hadis Riwayat Muslim)

Apakah maksud berbaik sangka dengan Allah? Berbaik sangka di sini adalah rasa takut dan harap yang saling bergandingan, ataupun rasa takut mengatasi rasa harap.


Rasulullah S.A.W. bersabda:

“Jika sekiranya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, pasti Allah akan memberi rezeki kepadamu, seperti Dia memberi rezeki kepada burung-burung yang terbang di pagi hari dengan tembolok kosong dan waktu pulang kesarangnya pada waktu petang, temboloknya sudah penuh.”

Orang-orang yang bertawakal ialah mereka yang yakin dengan jaminan rezeki Allah S.W.T. dan mereka akan mendapat balasan yang baik di akhirat nanti.

Kunci rezeki dan perbendaharaan Allah S.W.T. hanya berada ditangan-Nya dan Dia akan membuka pintu rezeki ini seluas-luasnya kepada hamba-hamba-Nya yang banyak:
@ beristighfar,
@ bersedekah,
@ senantiasa berwudhu,
@ menghubungkan silaturahim,
@ solat dhuha,
@ solat tahajjud ,
@ berdzikir dan membaca al-Quran.
Amalan-amalan soleh ini jika diamalkan akan membina jambatan hati kita dengan ALLAH S.W.T. dan apabila Dia kasih dan sayang pada kita maka segala permohonan dan doa kita dimakbulkan-Nya dan di kurniakan rezeki di jalan yang tiada disangka-sangka.


Kesimpulannya

Dalam usaha mencari rezeki di atas dunia ini, jangan sampai menjauhkan kita daripada beribadah dan mengingati Allah. Oleh karena itu, kita perlu bertawakal kepada Allah dengan hakikat tawakal yang sebenarnya. Kita mesti berusaha dan berikhtiar tetapi meletakkan pergantungan sepenuhnya kepada Allah. Kalau dapat apa yang kita inginkan, bersyukurlah. tetapi Kalau sebaliknya, bersabarlah dan berbaik sangka dengan Allah. Yang penting, kita mesti tahu meletakkan kepentingan antara dunia dan akhirat. Jangan gadaikan akhirat dengan dunia yang sementara ini. Berusaha dan berikhtiarlah, kerana ia sunnatullah. Tetapi ingat, ia tidak akan dapat mengatasi takdir Allah.

Wallahu Ta’ala A’lamu bish showwab

والحمد لله رب العالمين، وصلى الله سلم علي نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

Barakallahu fiikum wa jazakumullah khairan khatsir,,
.Salam Silaturrahim dan Ukhuwah Islamiyyah.

والسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


۩۞۩ ( Mt.Alfatih – Sugi Andini ) ۩۞۩

-------------------------------------------
Bagi teman teman yang menyukai silahkan tag / share sendiri dan bantu temanmu yang lain untuk ditagkan. Jangan lupa klik “ SUKA”. terimakasih

SEMOGA BERMANFAAT

1 comments:

pesanonline mengatakan...

mantap artikelnya sangat bermanfaat.

souvenir gelas murah di tulungagung

Poskan Komentar

Template by:
Free Blog Templates