Senin, 26 Maret 2012

SECANGKIR KOPI KEBAHAGIAAN

Posting ini saya ambil dari saudara muslim yang mengirim ke akun facebook saya ........!!!!!!

Bismillahirrahmaanirrahiim

Ada seorang lelaki tua tiba di sebuah desa, telah melakukan perjalanan panjang yang melelahkan. Seorang arif dan kaya raya mempersilahkan lelaki tersebut mampir sejenak ke rumahnya, k...emudian pria kaya tersebut menghidangkan beraneka macam minuman dan masakan. Lelaki tua itu hanya memandangi semua makan lezat dan minuman yang terhidang, lalu dengan santun ia bertanya,

"Bolehkah saya meminta secangkir kopi?” sebuah permintaan yg sederhana.

"Hanya itu?” kata sang pemilik rumah kembali bertanya.

"Ya Tuan, hanya itu” jawab lelaki tua tersebut.

Kemudian.... lelaki itupun langsung meminum segelas kopi yg dihidangkan. Nampak ia betul-betul menikmati setiap teguk kopi yang ia minum. Melihat pemandangan tersebut membuat sang pemilik rumah menawarkan secangkir kopi lagi, tetapi lelaki tersebut menolak dgn bahasa yang santun.

"Kenapa?” tanya sang pemilik rumah keheranan.

"Karena saya tidak ingin kenikmatan dari secangkir kopi yang sebelumnya akan berkurang” jawab lelaki tersebut sambil tersenyum.

***


Dari kisah tersebut dapat kita pahami bahwa kunci kebahagiaan ada pada kesederhanaan, cukup untuk diri Anda dan dapat Anda nikmati.

Bersyukurlah atas apa yang Anda miliki, atas keluarga, orang tua, pasangan, pekerjaan, umur, bahkan kekurangan yang Anda miliki. Ketika Anda mampu bersyukur atau dapat melihat dan merasakan sisi positif dari apapun yang Anda alami atau miliki, berarti Anda akan mudah menemukan kebahagiaan.

Kemampuan untuk selalu bersyukur berkaitan erat dengan keyakinan. Oleh sebab itu tingkatkan kekuatan spiritual, misalnya lebih tekun beribadah dan melibatkan diri dalam aktifitas spiritual. Sementara itu tingkatkan pula ilmu pengetahuan. Kekuatan spiritual dan ilmu pengetahuan akan membantu Anda bersyukur dan optimis bahwa esok pasti lebih baik dan bahagia.

Kurangi porsi berita, karena sebagian besar berita yang sering kita jumpai adalah berita buruk. Hanya sebagian kecil diantara berita yang berseliweran tersebut bermanfaat dan inspiratif bagi kehidupan kita. Pilihlah berita yang inspiratif dan menambah wawasan hidup Anda.

Sebenarnya untuk merasa bahagia dibutuhkan kemauan Anda saja. "Most people are about as happy as they make up their minds to be” Orang-orang merasa bahagia ketika mereka memutuskan untuk berpikir mereka bahagia” kata Abraham Lincoln.

Bahagia atau tidak semua itu tergantung pada pilihan Anda sendiri. Bila Anda memilih untuk bahagia, tak akan sulit mendapatkannya, Karena kebahagiaan itu ada di dalam diri Anda sendiri.

Jadi jangan pernah khawatir tidak mendapatkan kebahagiaan ...

Hiduplah dengan bahagia penuh keikhlasan .. ^_^

***


Dalam konteks kita sebagai Muslim :

Bersedih Tidak Diajarkan. Bersedih (selain takut karena Allah) tidak diajarkan dalam agama. Bahkan kita banyak menemukan ayat maupun hadist yang melarang kita untuk bersedih.

“Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita.” (QS.At-Taubah:40)

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS.Ali ‘Imran:139)

Rasulullah pun berdo’a untuk agar terhindar dari kesedihan,

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran; Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur. Tiada Tuhan kecuali Engkau.” (HR. Abu Dawud)

0 comments:

Poskan Komentar

Template by:
Free Blog Templates